Kalau ada kawan yang bilang dia sedang bahagia, saya malah jadi mikir, “apa itu bahagia?” Kalau versi saya simple, kamu bahagia kalau kamu dapet apa yang kamu mau. Pingin coklat, udah dapet terus heppi. Pingin maen, tancap gas ke tempat wisata hits kekinian, terus heppi. Pingin cantik, berangkat ke salaon, beli baju cantik, dan viola terus heppi. Pingin jodoh, tembak si doi terus akad #eh 😂 Tapi pertanyaannya adalah kalau udah dapet apa yang dimau terus apa? 😶 Entah ini teori darimana (kalau ga salah inget sih ajaran Budha, mungkin saya salah) kenapa kamu menderita itu karena kamu punya keinginan, jika kamu melepaskan semua keinginanmu kamu tidak punya alasan untuk menderita. Logis kan? Gimana mau sedih coba kalau sedari awal ga punya keinginan? Saya mau bikin cocoklogi 😛 Dalam teori law of diminishing marginal utility disitu dibahas kalau kita mengkonsumsi suatu barang yang sama maka utilitasnya akan terus menurun. Mungkin mirip sama kebahagiaan, apa yang hari ini ...
Even your own shadow leaves you when you are in darkness.