Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

Hidup buat Apa?

Hal yang menarik selepas mengajar kemarin adalah pertanyaan penutup my little sister (ketemu gede) :D "what's the point of breathing if we are going to die anyway?" saya hening sejenak Sesungguhnya pendek kata saya cukup jawab pakai adz-dzariyat ayat 56 وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku tapi mungkin yang dibutuhin cara pendekatan yang tepat dibandingkan sekedar jawaban singkat (?) terus saya jadi mikir,, terlahir di Indonesia bahas agama dan keyakinan akan keberadaan pencipta itu bukan sesuatu yang asing, pun masuk ke dalam Islam, satu hal yang sudah seharusnya saya syukuri. Tapi, kadang sesuatu yang mudah kita dapat bikin ia kehilangan keistimewaannya (cuma perasaan saya aja sih mungkin,, hehe). Contoh simple nya begini, pernah nggak kita mikir kenapa kita bisa bernapas? kenapa udara bisa masuk dan keluar sistem pernapasan kita? Long story short, ke...

Iman

Berbicara tentang topik iman memang g ada habisnya, apalagi ditambah-tambah dengan apa yang sedang viral akhir-akhir ini. Waktu masi anak-anak dulu, dalam imajinasi saya, di akhirat nanti semua orang yang beriman akan bertemu dengan Tuhan mereka masing-masing. Jadi, umat Islam akan bertemu dengan Allah, umat kristen akan bertemu dengan Tuhan Yesus, penganut Budha akan bereinkarnasi menuju kehidupan berikutnya (efek nonton film kera sakti ). Kalau dibilang saya ini berislam karena warisan, ya iya juga sih, soalnya saya g punya ingatan kalau dulu waktu saya masih anak-anak pernah bertanya kenapa saya harus berislam. Lahir di sebuah negeri yang sebagian besar penduduknya beragama memang membuat seseorang meyakini bahwa Tuhan itu ada sebagai sesuatu hal yang (istilah kerennya) take it for granted alias g usah banyak tanya emang udah dari sono nya begitu. Di Indonesia, atheisme nda diakui to? Makanya di negeri ini penganut atheis sangat minoritas dan wacana kalau Tuhan itu ...

Petunjuk

Bismillahirrahmanirrahim. Kata هُدَى turunannya di dalam alQuran dinyatakan sebanyak 316 kali di 96 surat. Pertama kali disebutkan di dalam alQuran di Surat Al-Baqarah Ayat 2 dan disebutkan terakhir di dalam alQuran di surat Al-Alaq ayat 11. Huda atau sering kita sebut juga dengan Hidâyah berasal dari kata hadâ–yahdî–hud[an] wa hady[an] wa hidy[an] wa hidâyat[an]. Hudâ dan hidâyah secara bahasa artinya ar-rasyâd (bimbingan/tuntunan) wa ad-dalâlah (petunjuk). Juga dikatakan, hadaytuhu ath-tharîqa wa al-bayta hidâyat[an], artinya ‘arraftuhu (aku memberitahunya). Menurut al-Azhari di dalam Tahdzîb al-Lughah menukil Abu al-‘Abbas dari Ibn al-A’rabi dan menurut Ahmad bin Muhammad al-Fayumi di dalam Mishbâh Al-Munîr, hidâyah juga berarti al-bayân (penjelasan). Dengan demikian, hidâyah secara bahasa artinya bimbingan, penerangan, petunjuk dan penjelasan. Al-Hudâ atau al-hidâyah juga adalah lawan dari adh-dhalâl (kesesatan). Secara ‘urf, adh-dhalâl adalah penyimpangan dari ja...