Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Self contemplation

Hisab

Bikin muhasabah tertulis setiap bulannya sudah jadi kebiasaan sejak beberapa tahun ke belakang. Dan setiap kali masanya tiba, pola lama selalu berulang, selalu merasa "kenapa waktu cepat sekali berlalu", "kenapa saya sangat minimal dalam beramal", "sebulan kemarin ngapain aja woy?!" وَٱلْعَصْرِ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ  Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, [Surat Al-Asr (103) ayat 1-2] Dan Allah bersumpah atas nama waktu dimana waktu menjadi saksi atas semua amalan yang dilakukan oleh bani Adam. Peradaban manusia bangkit dan runtuh sesungguhnya disaksikan oleh lintasan masa. Orang yang taat kepada Allah, membangkang perintahnya,, roda sejarah semuanya terekam dalam catatan waktu. Dan Allah menyebutkan manusia dalam kerugian dan bersumpah atas namanya. Adakah kita mampu untuk mengelak kesaksian masa atas laku kita? Rasanya tertampar lagi begitu mengingat firman Allah di surat Al-Insyiqaq, Allah subhanahu ...

Even when Empire Rise and Fall, just Keep Working :D

Setiap orang pasti pernah ngerasa down, terutama saat punya keinginan tapi nggak kesampaian atau saat melihat teman main kita nampak lebih sukses dibandingkan kita, padahal kalau ingat waktu kuliah dulu yang ngajarin doi ya kita-kita juga.. hehe.. atau saat orang lain mencibir kita, “lulusan kampus anu kok kerjanya cuma anu” (ga perlu saya detaili ya, kan bisa paham sendiri :D). Kita jadi depresi karena cita-cita yang ga kesampaian, ekspektasi yang tidak terealisasi, atau mimpi-mimpi yang juga ga terwujud. Dan ini jadi mengingatkan saya akan firman Allah di surat Al-Isra ayat 83-84. Allah swt mengingatkan kita tentang kekurangan manusia saat mengalami dua hal: (1) saat kebaikan menghampirinya dan (2) saat penderitaan menimpanya. Allah swt berfirman وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الإنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا “wa idza” dan jika “an’amna” kami berikan nikmat “alal insan” atas manusia “a’rodlo” berpalinglah ia “wa na a bijaanibih” dan me...

Kapan? v2

Jangan sensi duluan makanya kalau ditanya kapan :p Paham paham.. Ba'da momen lebaran diberondong pertanyaan calonnya orang mana, ditungguin lo undangannya, atau pertanyaan-pertanyaan yang semisalnya, akhirnya bikin sensi kalau ditanya "kapan?" :p Apalagi dah masuk bulan syawal.. Beuh undangan bertebaran 😁 nikmati saja siklus kehidupan ‘Aisyah radiallahu ‘anha menceritakan, تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ)) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa ssalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah radiyallahu ‘anha dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim). Hadis diatas adalah hadits yan...

Iman

Berbicara tentang topik iman memang g ada habisnya, apalagi ditambah-tambah dengan apa yang sedang viral akhir-akhir ini. Waktu masi anak-anak dulu, dalam imajinasi saya, di akhirat nanti semua orang yang beriman akan bertemu dengan Tuhan mereka masing-masing. Jadi, umat Islam akan bertemu dengan Allah, umat kristen akan bertemu dengan Tuhan Yesus, penganut Budha akan bereinkarnasi menuju kehidupan berikutnya (efek nonton film kera sakti ). Kalau dibilang saya ini berislam karena warisan, ya iya juga sih, soalnya saya g punya ingatan kalau dulu waktu saya masih anak-anak pernah bertanya kenapa saya harus berislam. Lahir di sebuah negeri yang sebagian besar penduduknya beragama memang membuat seseorang meyakini bahwa Tuhan itu ada sebagai sesuatu hal yang (istilah kerennya) take it for granted alias g usah banyak tanya emang udah dari sono nya begitu. Di Indonesia, atheisme nda diakui to? Makanya di negeri ini penganut atheis sangat minoritas dan wacana kalau Tuhan itu ...

Crisis, Pak Kapolri, dan Menjadi Radikal

Seperti biasa kalau nemu percakapan bagus yang rada-rada mirip ama realita suka bikin gatel buat nulis. hehe.. Ceritanya ada Jdrama baru, judulnya Crisis: Special Security Squad. Yang bikin menarik, salah satunya adalah pemainnya yang gak lain adalah Oguri Shun dan Nishijima Hidetoshi, biasanya kalau doi yang maen, filmnya apik. Dan bener dong pas ditonton emang seru jalan ceritanya. Masi on going btw jadi saya juga ga tau endingnya cem mana, tapi berhubung akhir-akhir ini situasi perpolitikan agak panas dan pas juga beresin episode ke-3 dari film ini, terus ala ala ilmu cocoklogi saya mulai tertrigger buat ngeblog lagi. hehe. -_- Di episode 3 dari drama ini, tim investigasi khusus dimana oguri shun dan nishijima terlibat di dalamnya menghadapi ancaman teror dari sekelompok anak muda yang menamakan dirinya Heisei Restoration Army (HRA). Kemunculan mereka diawali dengan menyabotase website milik pemerintah dengan mengirim peringatan di laman web pemerintah resmi (ala-ala hacker t...

Silence

Berhubung jumat kemarin gabut, akhirnya nyabotase laptop temen dan ngobrak ngabrik daftar film yang doi punya di laptopnya :p dan berhentilah saya pada beberapa judul diantaranya adalah silence, film yang agak baru release. Ambil setting cerita sekitar abad ke 17 di Jepang tentang penyebaran agama kristen disana. Ceritanya ada 2 pendeta dari Portugis, namanya Rodrigues dan Garupe (cmiiw, agak2 lupa namanya.. Hehe) yang datang ke Jepang untuk mencari guru mereka bernama Fereira yang diisukan telah murtad dari agamanya. Dengan bantuan orang Jepang bernama Kisijiro yang juga murtad dari ajaran kristiani karena tidak sanggup menahan siksaan yg ditimpakan rezim kpd pemeluk2nya akhirnya sampailah kedua pendeta ini di dataran Jepang (lupa saya nama kampungnya). Kisijiro ini adalah tokoh yg perannya cukup menarik, mungkin dlm literatur keislaman orang macam ini tergolong orang munafik. Sampai akhir cerita saya masih ga yakin, dia ini antek rezim atau tetep beriman dg ajaran kristiani tapi ga...