Bikin muhasabah tertulis setiap bulannya sudah jadi kebiasaan sejak beberapa tahun ke belakang. Dan setiap kali masanya tiba, pola lama selalu berulang, selalu merasa "kenapa waktu cepat sekali berlalu", "kenapa saya sangat minimal dalam beramal", "sebulan kemarin ngapain aja woy?!" وَٱلْعَصْرِ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, [Surat Al-Asr (103) ayat 1-2] Dan Allah bersumpah atas nama waktu dimana waktu menjadi saksi atas semua amalan yang dilakukan oleh bani Adam. Peradaban manusia bangkit dan runtuh sesungguhnya disaksikan oleh lintasan masa. Orang yang taat kepada Allah, membangkang perintahnya,, roda sejarah semuanya terekam dalam catatan waktu. Dan Allah menyebutkan manusia dalam kerugian dan bersumpah atas namanya. Adakah kita mampu untuk mengelak kesaksian masa atas laku kita? Rasanya tertampar lagi begitu mengingat firman Allah di surat Al-Insyiqaq, Allah subhanahu ...
Even your own shadow leaves you when you are in darkness.