Langsung ke konten utama

Postingan

Kata Benda dan Kata Kerja dalam Bahasa Arab

Dalam Bahasa Arab seseorang/sesuatu dapat dideskripsikan dalam bentuk kata kerja/verb (fi'il/فعل) atau kata benda/noun (isim/اسم). Dalam bahasa arab, dikenal 2 bentuk tenses: 1. fi'il madhi, kata kerja dalam bentuk lampau, past tenses, Yang menggambarkan sesuatu yang sudah terjadi, dan 2. Fi'il mudhori, Present-future tense, menggambarkan sesuatu yang belum selesai, menggambarkan kondisi sekarang dan yang akan datang. Sebagai contoh, ketika dikatakan اضرب (adribu) berarti I am hitting, ini adalah contoh fi'il mudhari يضرب + kata ganti untuk انا (saya) yang bermakna saya sekarang sedang memukul dan masih memukul (bentuk present-future tense). Ketika sudah selesai maka berubah menjadi ضربت (dhorobtu) yg merupakan bentuk fi'il madhi ضرب + kata ganti انا yg artinya saya memukul dan kejadiannya sudah berlalu (bentuk past tense). Seseorang/sesuatu dapat dideskripsikan dalam kata kerja atau kata benda. Bentuk Kata benda (ism faa'il) mengindikasikan bahwa subje...

Kata Ganti dalam Bahasa Arab [Kata Ganti untuk Allah]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Kalau dalam Bahasa Indonesia kita mengenal kata ganti yang bebas dari orientasi gender, seperti saya, kamu, dia, mereka, dst. Dalam Bahasa Inggris kita belajar kata ganti he untuk laki-laki, she untuk perempuan, dan it yang netral gender. Nah, dalam Bahasa Arab ada dua gender, yaitu mudzakkar (yang menunjukkan laki-laki) dan muannats (yang menunjukkan perempuan). Kalau dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris dikenal kata ganti tunggal dan jamak, dalam Bahasa Arab dikenal kata ganti tunggal (mufrod), ganda (mutsanna), dan jamak. Jadi, jika dikumpulkan ada 12 kata ganti dalam Bahasa arab, yaitu: 1. هُوَ (Dia [laki-laki]): untuk orang ketiga (yang dibicarakan), tunggal (mufrad), mudzakkar. 2. هُمَا (Mereka berdua [laki-laki/perempuan]): untuk orang ketiga, ganda (mutsanna), baik mudzakkar maupun muannats. 3. هُمْ (Mereka [banyak laki-laki]): untuk orang ketiga, jamak, mudzakkar. 4. هِيَ (Dia [perempuan]): untuk orang ketiga, mufrad, muannats. 5. هُ...

Petunjuk

Bismillahirrahmanirrahim. Kata هُدَى turunannya di dalam alQuran dinyatakan sebanyak 316 kali di 96 surat. Pertama kali disebutkan di dalam alQuran di Surat Al-Baqarah Ayat 2 dan disebutkan terakhir di dalam alQuran di surat Al-Alaq ayat 11. Huda atau sering kita sebut juga dengan Hidâyah berasal dari kata hadâ–yahdî–hud[an] wa hady[an] wa hidy[an] wa hidâyat[an]. Hudâ dan hidâyah secara bahasa artinya ar-rasyâd (bimbingan/tuntunan) wa ad-dalâlah (petunjuk). Juga dikatakan, hadaytuhu ath-tharîqa wa al-bayta hidâyat[an], artinya ‘arraftuhu (aku memberitahunya). Menurut al-Azhari di dalam Tahdzîb al-Lughah menukil Abu al-‘Abbas dari Ibn al-A’rabi dan menurut Ahmad bin Muhammad al-Fayumi di dalam Mishbâh Al-Munîr, hidâyah juga berarti al-bayân (penjelasan). Dengan demikian, hidâyah secara bahasa artinya bimbingan, penerangan, petunjuk dan penjelasan. Al-Hudâ atau al-hidâyah juga adalah lawan dari adh-dhalâl (kesesatan). Secara ‘urf, adh-dhalâl adalah penyimpangan dari ja...

Sahabat

Bismillahirrahmanirrahim.  Kata Ashaab (أصحاب) dalam bahasa Indonesia kita terjemahkan dengan "sahabat/teman". Tahukah kamu kata أصحاب muncul sebanyak 78 kali di dalam alQuran? Pertama kali disebutkan di dalam surat alBaqarah ayat 39 dan disebutkan terakhir di surat alFiil ayat 1.  Dalam Surah Al-Hasyr, Ayat 20, Allah swt berfirman: لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Dalam ayat tersebut di atas saja kata أصحاب atau sahabat diulang sampai 3 kali. Dalam bahasa Arab sendiri kata أصحاب bisa ditambahkan huruf alif dan laam (ال) pada awalnya membentuk kata yang disebut ism ma’rifat, sehingga maknanya menjadi sahabat tapi lebih spesifik, sahabat yang itu loh bukan asal sahabat, atau jika dipadankan ke dalam bahasa inggris seolah mendapat tambahan kata “the”, الصحاب kita artikan...

Code Geass and Human Nature

Emperor: It's funny. You expect the truth from people, yet you've come all this way based on lies. Lelouch: You're right. I've been lying all this time. Not just my name and history. I concealed everything, including my real intentions. But isn't that the natural thing to do? Adjusting what we say depending on the person. Adapting to the situation. If we didn't, countries, ethnicities and communities wouldn't exist. Everybody lies according to circumstances. Everyone shows a different face in front of their families, their friends and their society. But is that really wrong? What is a "true" face? Even you, wear the mask of the Emperor. We can't move forward without personas anymore. Emperor: Not correct. When people realize that lies are futile in the grand scheme of things, then personas will vanish. If we just come to understand each other, conflicts will cease. Lelouch: Thats only metaphysical armchair theory. J...

Ramadhan dan barangkali Allah suka bercanda

Jangan coba nyambung-nyambungin judul di atas ya.. Berhubung itu judul yg random,, serandom pikiran ane,, hahahaha,,  Nggak tau kenapa mungkin ane lagi melow atau lg pms (bisa jadi) :p bawaannya jadi baper dan gtw kenapa jadi inget ama teman lama. Dan lalu jadi kepikiran barangkali Allah suka bercanda. Loh kok? Jadi begini ceritanya gans,, ane punya teman, nah sebutlah dia bunga (kok ya inisialnya kayak korban kekerasan sih?) si bunga ini anaknya pinter, solehah, aktipis dakwah, keinginannya setelah lulus sesederhana ingin menjadi ibu rumah tangga pengurus keluarga. Takdir menghantarkan bunga berproses dengan seorang aktipis dakwah juga, sebut saja dia lebah, tapi proses perjodohan ini kandas di tengah jalan karena ibu sang lebah tidak suka dengannya (tapi katanya malah setuju sama teman bunga yg menemani menyowani sang camer) #nahlo. Dan lalu gara-gara cerita ini ane jadi illfeel ama aktipis dakwah (ih padahal g ada hubungannya ama hidup ane juga sih,, hahaha). Waktu berlalu ...

Empat Jenis Ke"jahil"an yang disebutkan dalam AlQuran

جهل merupakan lawan kata dari علم dan عقل. Jahil bisa berarti  ignorance  (ketidaktahuan/minim pengetahuan) bisa pula berarti  mindlessness  (tidak berpikir/ lack of thought or intelligence ) عاقل berarti seseorang yang berpikir جاهل berarti seseorang yang mengambil keputusan tanpa berpikir جهلت شيء berarti saya tidak mengetahui apa-apa Terdapat perbedaan antara mengetahui dan berpikir. Quran menegur orang-orang yang tidak berpikir ( Quran complaint about people who don't think, not necessarily people who don't know ). Banyak tau tidak berarti berpikir dengan benar. Contoh sederhana adalah kisah klasik tentang seorang Badui yang ditanya tentang keberadaan Tuhan. Sesederhana mengetahui keberadaan seekor unta dari jejak kotoran yang ditinggalkan unta. Orang badui ini mungkin tidak memiliki informasi yang banyak, tetapi dia berpikir dengan benar. Berbeda hal nya ketika kita berbicara dengan seorang yang memiliki gelar PhD, bisa saja dia terkena sindrom ...