Langsung ke konten utama

Postingan

Boku no Ita Jikan, Hidup, dan Perkembangan Teknologi Biomedika

Apa pula ini maksud judulnya? :D Saya coba mulai jelaskan dari judul “Boku no Ita Jikan” nya yaa .. sebenarnya ini adalah judul dorama jepang yang kalau diartikan dalam bahasa indonesia berarti “hingga waktu terakhir dari hidup saya”. Drama ini masuk genre human drama. Alur cerita yang dekat dengan kehidupan nyata kita sehari-hari. Berkisah tentang perjalanan hidup seorang laki-laki bernama Takuto yang tidak suka “bermain peran” terus menerus dalam hidupnya. Sehari-hari, dia selalu berusaha menjadi sosok yang diidamkan oleh lingkungannya. Dia berpura-pura menyukai apa yg tidak dia suka. Berbicara sesuai dengan ekspektasi orang lain. Kamuflase.. ya .. dia tidak suka dengan itu. Hingga pada suatu hari, dokter memvonisnya menderita ALS ( Amyotrophic Lateral Sclerosis) . ALS adalah penyakit neuromuskular yang progressif. Pada penderita ALS terjadi degenerasi yang progressif terhadap sel syaraf motorik di otak dan tulang belakang. Saat syaraf motorik tidak lagi mampu meng...

Growing Old and Deteriorating Health

Kamu tahu? Kematian bukanlah hal yang menakutkan. Kenapa? Karena bagaimana mungkin kita bisa bertemu Allah, Tuhan kita andai kita tidak melewati pintu kematian? Tapi kamu tahu? Yang menakutkan adalah ketika Allah mengujimu dengan mencabut berbagai nikmat yang ada padamu. Ketika semua fungsi tubuhmu semakin memburuk. Pendengaranmu berkurang kemampuan nya, penglihatanmu semakin kehilangan dayanya, kemampuan fisikmu semakin melemah, ingatanmu semakin payah. Hingga pada akhirnya kau lupa cara bersuci dari hadats. Engkau lupa bagaimana cara beribadah kepadaNya. Bahkan engkau melupakanNya. Apalah artinya hidup di dunia ini kalau engkau melupakan Tuhanmu? Diriwayatkan dari Anas bin Malik  radhiyallahu 'anhu , Rasulullah  shallallaahu 'alaihi wasallam  bersabda, إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ “ Apabila Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Dia m...

Karei Naru Ichizoku

This is the story of the Son,  who was staking his life to manufacture steel  which he could boast to the world,  and of the Father,  who due to the financial restructuring, fought for survival.  Thus, this is an intense tale of love, hate, and sorrow of the Manpyo Family,  which befell those Father and Son. Karei naru wo ichizoku. Katanya si arti judul filmnya "great/royal family" tapi kata temen saya artinya "karena seseorang semua keluarga jadi benci" tapi 2-2nya relevan ama jalan cerita film nya sih. Film ini mengkisahkan tentang perseteruan antara ayah dan anak, manpyou daisuke sang pemilik hanshin bank dan teppei daisuke pemilik perusahaan baja. Dengan setting waktu tahun 60an disaat jepang mengalami krisis dan terjadi restrukturisasi lembaga keuangan bikin ceritanya jadi epik banget. Daisuke ini punya 3 anak, yg tertua adalah teppei, 2 anak perempuan, dan 1 lagi anak laki-laki, 3-3nya saya lupa namanya -_- Konflik yang terjadi an...

Teori Machiavelli

"Harus diingat bahwa manusia harus dicintai atau dihancurkan; mereka akan menuntut balas akan luka ringan mereka, namun mereka tidak akan dapat melakukan hal serupa apabila mereka terluka parah. Oleh karena itu, luka yang kita sebabkan haruslah sebesar-besarnya sehingga kita tidak harus takut akan balasan mereka." " Membunuh sahabat seperjuangan, mengkhianati teman-teman sendiri, tidak memiliki iman, tidak memiliki rasa kasihan dan tidak memiliki agama; kesemua hal ini tidak dapat digolongkan tindakan yang bermoral, namun metode-metode ini dapat memberikan kekuatan, namun bukan kemuliaan" "Manusia tidak segan2 (lebih) membela orang yang mereka takuti dibanding yang mereka cintai. Karena cinta diikat oleh rantai kewajiban.. pada saat manusia telah mendapatkan apa yang diinginkannya, rantai tersebut akan putus. (sebaliknya) rasa takut tidak akan pernah gagal..." "orang-orang besar tidak mencapai kebesaran mereka karena keuntungan, ...

Pengingat

Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berujar, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat.” we were the most humiliated people on earth and God gave us honor through Islam. If we ever seek honor through anything else, God will humiliate us again. -umar bin khattab- “If you do not work hard and face difficulties along your way in seeking glory, you will never taste honor and relief when you attain victory.” -Ibn Qayyim- "the heart is like a bird: love as its head and its two wings are hope and fear." -Ibn Al Qayyim- Umar bin Al Khattab gives us a beautiful example of how as Muslims we should respond to difficult tests or calamities in our life. He used to say: “If Allah strikes me with calamity I will thank Allah for four things: 1) that the test was not in my deen 2) the calamity could have been worse 3) it is an expiation for my sins 4) any loss after losing the Prophet sallalahu alayh...

Dari Perdagangan Rempah yang Menjadi Cikal Bakal Lahirnya Kapitalisme

The East India Company—or to give the formal name by which it was incorporated in 1600, the Governor and Company of Merchants of London Trading into the East Indies—was formed to gain a more active role for England in the East Indian spice trade. The risks associated with financing a voyage to India that would return with a shipload of pepper were high, so merchants initially bid for “shares” of a voyage, thus limiting the amount of potential loss for any one individual. Eventually this practice turned into buying shares of the company itself and thus could be considered responsible for the beginning of capitalism. It may be only a bit of a stretch to say that piperine, which surely nowadays must be considered a relatively insignificant chemical compound, was responsible for the beginnings of today’s complex economic structure of the world stock markets. (napoleon's button p25-26)

Catatan dari Buku Garis Batas

ketika masa depan tidak lagi menjanjikan gairah, hanya masa lalu yg membuat orang bahagia Mana yang lebih penting, bebas bersuara tapi kelaparan, ataukah mulut dibungkam tetapi perut selalu kenyang? Heroisme memang bersifat relatif. Pahlawan bagi sebagian orang adalah teroris bagi yang lain.. Begitu subjektif nya sejarah itu! Sokh, secuplik wilayah milik uzbekistan yang terkurung di Kirgizstan, tetapi dihuni penduduk etnis tajik yang seharusnya menjadi warga tajikistan. Pusing kan? Enklaf sebuah masalah dari garis batas.. dan kita menerima begitu saja goretan garis yang dibuat oleh penjajah