Langsung ke konten utama

Growing Old and Deteriorating Health

Kamu tahu? Kematian bukanlah hal yang menakutkan.
Kenapa? Karena bagaimana mungkin kita bisa bertemu Allah, Tuhan kita andai kita tidak melewati pintu kematian?

Tapi kamu tahu? Yang menakutkan adalah ketika Allah mengujimu dengan mencabut berbagai nikmat yang ada padamu. Ketika semua fungsi tubuhmu semakin memburuk. Pendengaranmu berkurang kemampuannya, penglihatanmu semakin kehilangan dayanya, kemampuan fisikmu semakin melemah, ingatanmu semakin payah. Hingga pada akhirnya kau lupa cara bersuci dari hadats. Engkau lupa bagaimana cara beribadah kepadaNya. Bahkan engkau melupakanNya.

Apalah artinya hidup di dunia ini kalau engkau melupakan Tuhanmu?

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ
Apabila Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Dia memperkerjakannya?” Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana Allah memperkerjakannya?’ Beliau menjawab, ”Allah memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum kematiannya.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, Imam al-Hakim menshahihkannya dalam al-Mustadrak. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Al-Shahihah, no. 1334)

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (QS. Ali Imran: 8)

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad dan Shahih Abi Hatim serta yang lainnya, shahih)

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.” (QS. Yuusuf: 101)

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raaf: 126)

Tundukkanlah hatimu, khusyukkanlah ibadahmu.. karena engkau tak pernah tau kapan ajal akan menjemputmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Ganti dalam Bahasa Arab [Kata Ganti untuk Allah]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Kalau dalam Bahasa Indonesia kita mengenal kata ganti yang bebas dari orientasi gender, seperti saya, kamu, dia, mereka, dst. Dalam Bahasa Inggris kita belajar kata ganti he untuk laki-laki, she untuk perempuan, dan it yang netral gender. Nah, dalam Bahasa Arab ada dua gender, yaitu mudzakkar (yang menunjukkan laki-laki) dan muannats (yang menunjukkan perempuan). Kalau dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris dikenal kata ganti tunggal dan jamak, dalam Bahasa Arab dikenal kata ganti tunggal (mufrod), ganda (mutsanna), dan jamak. Jadi, jika dikumpulkan ada 12 kata ganti dalam Bahasa arab, yaitu: 1. هُوَ (Dia [laki-laki]): untuk orang ketiga (yang dibicarakan), tunggal (mufrad), mudzakkar. 2. هُمَا (Mereka berdua [laki-laki/perempuan]): untuk orang ketiga, ganda (mutsanna), baik mudzakkar maupun muannats. 3. هُمْ (Mereka [banyak laki-laki]): untuk orang ketiga, jamak, mudzakkar. 4. هِيَ (Dia [perempuan]): untuk orang ketiga, mufrad, muannats. 5. هُ...

Kata Benda dan Kata Kerja dalam Bahasa Arab

Dalam Bahasa Arab seseorang/sesuatu dapat dideskripsikan dalam bentuk kata kerja/verb (fi'il/فعل) atau kata benda/noun (isim/اسم). Dalam bahasa arab, dikenal 2 bentuk tenses: 1. fi'il madhi, kata kerja dalam bentuk lampau, past tenses, Yang menggambarkan sesuatu yang sudah terjadi, dan 2. Fi'il mudhori, Present-future tense, menggambarkan sesuatu yang belum selesai, menggambarkan kondisi sekarang dan yang akan datang. Sebagai contoh, ketika dikatakan اضرب (adribu) berarti I am hitting, ini adalah contoh fi'il mudhari يضرب + kata ganti untuk انا (saya) yang bermakna saya sekarang sedang memukul dan masih memukul (bentuk present-future tense). Ketika sudah selesai maka berubah menjadi ضربت (dhorobtu) yg merupakan bentuk fi'il madhi ضرب + kata ganti انا yg artinya saya memukul dan kejadiannya sudah berlalu (bentuk past tense). Seseorang/sesuatu dapat dideskripsikan dalam kata kerja atau kata benda. Bentuk Kata benda (ism faa'il) mengindikasikan bahwa subje...

Sedikit Cerita dari Pulau Tidung

Pagi itu, waktunya kami pulang menuju Bandung. Tak tahan dengan sakit kepala yang menghinggapi sejak semalam, tak pula menemukan obat sejuta umat -parasetamol- akhirnya saya memutuskan untuk mencari KOPI! Setidaknya buat penanganan akut pening di kepala ya lumayan lah.. at least increasing blood flow to my brain :p Bagian serunya bukan di bagian minum kopinya.. tapi obrolan di warung kopi nya yang seru :D Awalnya sekedar iseng, saya mulai mengajak bicara bapak pemilik warung. Obrolan basa basi lah *kalo bahasa saya mah* mulai dari bertanya sudah berapa lama tinggal di Tidung sampai punya putra berapa. Saya juga agak lupa gimana alur ngobrolnya, si Bapak ini lalu mulai bercerita tentang pekerjaan sewaktu dia muda dulu. Beliau dulu adalah nelayan, mengarungi lautan untuk mencari ikan. Pencariannya tidak hanya di sekitar pulau Jawa, beliau bahkan berlayar sampai ke ujung timur Indonesia, Papua. Iseng saya nyeletuk, "Bapak udah pernah ke Raja Ampat dong?" si Bapak hanya ters...